Memperkecil Resiko Anak Terkena Pneumonia

Bakteri Streptococcus pneumoniae adalah penyebab utama munculnya pneumonia (paru-paru basah). Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh virus, jamur, dan aspirasi. Kebanyakan penderita penyakit ini sendiri adalah balita yang mana menurut Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2016 yang lalu, ada sekitar 800 ribu penderita yang didominasi oleh anak-anak. Penyakit ini tidak bisa dianggap enteng karena penderitanya bisa saja meninggal dunia. Apalagi anak-anak yang notabene masih belum memiliki tubuh dan sistem kekebalan yang kuat layaknya orang dewasa. Perawatan medis mungkin bisa membantu menyembuhkan anak yang mengidap penyakit ini. Namun, jika tingkatan penyakit ini sudah terbilang parah, hanya doa yang bisa diharapkan untuk bisa menjadi keajaiban. Sadari bahwa sudah ada 25 ribu jiwa balita yang meninggal dunia karena penyakit ini di tahun 2013 yang lalu. Sudah jelas, kehilangan buah hati yang sangat disayangi dan dicintai adalah masalah serius yang dapat menyebabkan orang tua sedih dan putus asa. Penyesalan akan datang di saat akhir ketika orang tua sudah tidak bisa lagi melihat buah hatinya.

Maka dari itu, sebisa mungkin jaga kesehatan anak sejak dari dalam kandungan. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan untuk memperkecil resiko anak terkena pneumonia adalah sebagai berikut:

Jauhkan diri dari asap rokok dan penderita batuk dan influenza saat mengandung

Perlu diketahui bahwa bayi yang masih dalam kandungan tetap berpotensi besar untuk terinfeksi penyakit paru-paru basah. Itu artinya bahwa bayi sudah bisa mengidap penyakit ini sejak dalam kandungan. Mungkin terdengar mustahil tapi hal ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Sudah ada banyak kasus di luar sana yang menyebutkan bahwa penyakit ini sudah ada pada anak sejak dia dalam kandungan. Maka dari itu, ibu-ibu hamil disarankan untuk menjauhkan diri dari asap rokok dan penderita batuk dan influenza saat menjalani masa kehamilan. Gunakan masker jika sedang berada di luar rumah dan minta teman atau rekan kerja untuk tidak merokok saat sedang berkumpul bersama. Bahkan hal ini juga perlu dilakukan terhadap pasangan demi menjaga kesehatan bayi.

Minta keluarga yang merokok untuk tidak merokok di dalam rumah

Sebelum atau sesudah bayi dilahirkan, pastikan bahwa tempat tinggal bebas dari asap rokok. Minta anggota keluarga yang suka merokok untuk tidak merokok di dalam rumah. Bahkan, jika ada sanak keluarga atau tetangga yang menjenguk bayi, pastikan bahwa mereka tidak merokok sama sekali. Selain itu, ketika sedang mengadakan acara cukuran atau akikah anak, beritahukan kepada tamu untuk tidak merokok, khususnya di dalam rumah. Ingat untuk melakukannya dengan sopan agar tidak ada tamu yang tersinggung. Jangan takut untuk melakukan hal ini karena ini semua demi kesehatan dan keselamatan buah hati Anda.

Pilih makanan dan minuman yang higienis

Salah satu penyebab munculnya pneumonia adalah aspirasi, yaitu benda asing yang dihirup atau dimakan oleh ibu hamil atau bayi itu sendiri, seperti makanan dan minuman. Benda-benda asing yang dimaksudkan dalam hal ini adalah hal-hal yang berasal bukan dari tubuh ibu hamil atau bayi dan benda-benda tersebut sudah terinfeksi oleh bakteri penyebab penyakit paru-paru basah. Untuk itu, memilih makanan dan minuman yang higienis sangat dianjurkan baik saat menjalani masa kehamilan ataupun pasca melahirkan. Dengan demikian, anak bisa diselamatkan dari resiko terkena pneumonia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *