Penyakit Batu Kandung Kemih Bikin Sulit Buang Air Kecil

Pernah dengar tentang batu kandung kemih? Ini adalah endapan mineral yang ada dalam kandung kemih. Endapan ini sendiri sebenarnya dapat keluar dengan sendirinya apabila sistem pencernaan dan pembuangan lancar, khsusunya saat buang air kecil. Ketika mengidap penyakit batu kandung kemih, penderitanya akan kesulitan untuk buang air kecil dan muncul rasa sakit pada kemaluannya. Penyakit ini sendiri bisa menyerang siapa saja tapi didominasi oleh orang-orang yang sudah berusia 50 tahun ke atas baik itu pria maupun wanita. Mau tahu apa saja penyebabnya, gejalanya, dan juga penanganannya? Simak semuanya di bawah ini:

Penyebab

Penyebab masalah kesehatan ini cukup beragam, yaitu pembesaran prostat, dinding kandung kemih yang melemah atau mengendur dan jatuh ke arah vagina (sistokel), pembengkakan kandung kemih, penggunaan kateter urin atau alat KB, diet tinggi lemak, gula, atau garam dengan asupan vitamin A dan B yang rendah, saraf kandung kemih yang rusak, batu ginjal, devertikal kandung kemih (terbentuknya kantong pada dinding kandung kemih), dan operasi pembesaran kandung kemih. Untuk itu, pastikan untuk hati-hati dan konsultasi terlebih dahulu jika ingin menggunakan kateter urin atau alat KB, hindari diet yang merugikan tubuh, hindari sering menahan buang air besar atau kecil, dan rajin konsumsi buah dan sayur serta minum air mineral minimal 8 gelas per hari.

Gejala

Gejala penyakit batu kandung kemih adalah kesulitan buang air kecil, alat kelamin terasa sakit, perut bagian bawah terasa perih, keluar darah dalam urin, sering buang air kecil, urin terlihat gelap dan pekat, urin yang dikeluarkan tidak lancar, dan rasa nyeri pada saat buang air kecil. Apabila penyakit ini diderita oleh anak-anak laki-laki, gejala tambahan dapat terjadi, yaitu sering ngompol dan kemaluan yang sering ereksi padahal tidak ada rangsangan sama sekali. Apabila sudah mengalami gejala seperti yang sudah disebutkan ini, diharapkan untuk segera menemui dokter untuk mengecek kondisi kesehatan dan memastikan gangguan kesehataan ini.

Penanganan      

Apabila penderita sudah memeriksakan diri ke rumah sakit, dokter akan mengetahui ukuran dari batu kandung kemih yang diderita. Jika ukurannya kecil, dokter akan menyarankan penderita untuk minum air mineral minimul 1200 mililiter atau 1,2 liter dalam sehari. Itu artinya penderita harus minum setidaknya 8 gelas air putih sehari. Mengapa hanya minum air putih dan tidak mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk melarutkan batu kandung kemih? Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasannya batu kandung kemih adalah endapan dari mineral yang mana jika ukurannya kecil, endapan ini bisa dihancurkan dan dikeluarkan bersamaan dengan urin. Cara menghancurkannya sendiri yaitu dengan banyak mengkonsumsi air mineral.

Di sisi lain, apabila ukuran batu kandung kemih besar, dokter akan menyarankan untuk melakukan cystolitholapaxy, yaitu penggunaan laser atau alat mekanis untuk menghancurkan batu tersebut. Cara ini terbilang kurang aman karena kandung kemih bisa saja mengalami infeksi. Dokter memang akan memberikan antibiotik sebelum proses penyembuhan tapi resiko untuk terserang infeksi masih bisa terjadi. Apabila batu sudah terlalu besar dan sulit untuk dihancurkan, dokter akan melakukan pembedahan untuk mengeluarkan batu tersebut. Sama seperti langkah penanganan sebelumnya, pasien juga beresiko terkena infeksi kandung kemih dan utera. Memang dokter akan memberikan antibiotik untuk mengurangi resiko ini tapi setiap pembedahan baik itu kecil maupun besar pasti memiliki efek samping.